Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label because I love you. Show all posts
Showing posts with label because I love you. Show all posts

Sunday, December 23, 2012

Mempelajari Cinta Tuhan

Entah apa itu jati diri, entah apa yang dicari dari jati diri. Entah siapa dia, seperti apa sosoknya. Masa muda adalah masa yang paling mudah terombang-ambing. Bisa dibilang masa muda adalah yang paling kritis, kalau berhasil melewati masa kritis maka akan menemukan banyak kebahagiaan yang tak terduga. Tapi ternyata tak semudah menularkan gerak bibir saat menguap, tidak semudah menyusun abjad-abjad menjadi kalimat yang indah untuk dibaca. Dan siapa yang mau terluka lebih lama lagi? Aku salah satu yang tidak ingin menyesal nantinya, bukan yang ingin jatuh lebih dalam di kemudian hari. Ketahuilah, keputusan ini bukan yang mudah bahkan sekadar untuk kuyakini kebenarannya. Tapi siapa sangka, tanpa janji yang bermula lewat kata, ternyata aku sudah memasuki zona yang tadinya bukan suatu rencana. Mempelajari cinta Tuhan.

"Memilih untuk sendiri bukan hal yang mudah untuk orang yang kerap bersandingan dengan cinta di sekitarnya."

"Butuh proses dengan jangka waktu yang tidak singkat untuk melangkah baja, sendiri saja."

Terkadang aku harus keras pada mereka yang menginginkan cinta dari seorang wanita. Sedikit saja aku membuka jalan, maka cinta tak akan pernah mau pulang. Bahkan terkadang harus mengorbankan sedikit keramahan hanya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kali ini, aku hanya membuka pelukan untuk persahabatan dan sebanyak-banyaknya teman. Ada yang menghargai, ada pula yang mencaci. Ada yang menggunjing, ada pula yang memuji.

"Bukan salahmu mencintaiku. Hanya aku saja yang sudah terlanjur tenang dengan kesendirianku."

Mengapa?

Wednesday, June 27, 2012

Selamat Pagi, Cinta ♥

follow me @fasihrdn

Selamat pagi matahari, sepertinya sudah siap merajai hari ini. Aku masih jatuh cinta setiap bangun pagi; mencintai yang mencintaiku. Sepertinya kupu-kupu mengajakku menari melangkahi embun yang bergutasi di balik dedaunan, sinarmu menelusup lewat celah yang tak tampak. Memaksa mataku untuk lebih lebar terbuka, menyapa dengan senyum tanpa akhiran.

Selamat pagi matahari, membuka tirai jendela bertemu denganmu lagi. Selagu kicau burung yang memerdu syahdu di hening yang damai. Seperti cintaku yang makin tenang di peluknya. Saat kau kembali ke peraduanmu, dia datang menghangatkan aku. Dan kuharap begitu seterusnya.

Selamat pagi matahari, menghela napas panjang membuat rusukku naik turun. Searoma mawarku yang memerah terbias cahaya, seikat mawarku makin terlihat megah dengan cinta melekat di setiap kelopaknya. Sama seperti cinta di hatiku; makin ranum setiap bujuk rayu menyentuhku.

from my Dewa

Selamat pagi matahari, aku ingin kamu menghangatkan mawarku. Jangan biarkan mawarku layu, sebab duri dalam mawarku akan menjadi yang paling marah. Hey, kamu yang mengaku mencintaiku. Aku ingin kamu terus melanjutkan setia menjagaku. Jangan biarkan aku menangis sendiri, sebab hatiku sama seperti duri dalam mawarmu yang sudah jadi milikku. Akan berbalik menyakiti jika tak berhati-hati.

Sunday, March 11, 2012

Sebab Mencintaimu


Tentang sebuah sebab mengapa aku memilih mencintaimu. Aku suka kamu sejak dulu, dan tak pandai menerka-nerka. Tentang perasaan yang ada di dalamnya, hatimu. 

Tapi kamu seperti suka teka-teki silang, mengajariku untuk mengulang. Mengisi yang masih kurang. Atau seperti main petak umpet, kamu membiarkan aku mencarimu, merindu sampai jadi ngilu.

Sebenarnya siapa kamu? yang seakan mencoba membacaku, hatiku. Sebenarnya apa maumu? seolah memberi tapi tidak ada satupun yang ku terima. Dan bagaimana caramu membuatku luruh; jatuh bersamaan dengan luluh, sebenarnya dengan tanda tanya.

Jadi, sebenarnya apa? Apa yang sudah kamu jadikan terjadi ini, apa?

Sebab aku sudah terlanjur memilihmu, mencintai caramu. Memilih dipermainkan olehmu, itu pilihanku.






@fasihrdn on twitter


110312