Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Sunday, September 22, 2013

Bisakah Kau Menenangkan Hatiku?


Sebab gigiku gemeretak, jantungku dag-dig-dug lebih kencang, dan entah mengapa dadaku jadi begitu sesak....

Ada yang menyelingar dalam bahasa yang salah-kaprah. Aku dengan segala titik-koma dalam paragraf singkat yang terurai begitu panjang, melalui bibir yang terhalang gelap. Aku dengan suara-suara lain yang menyelinap lewat celah telingaku yang lain, atau aku dengan sengal napas yang terdengar begitu nyaring. Kau tahu sudah berapa lama aku tidak merasakan sakit singgah lalu menetap dan lama-lama mengendap? Kau tahu sudah berapa lama aku tidak merasakan apa yang kauberikan padaku saat ini, kau tahu….

Aku bahkan hampir lupa seperti apa rasanya galau, sebelum kaumasuki kehidupanku.

Bisa kau jelaskan, mengapa kau begitu mudah membuat perasaanku kacau? Aku takut rentetan kejadian yang tak terduga justru jadi katastrofe. Pernyataan rasa yang tak selaras dengan bicara. Apa ada cara lain untuk mencintaimu selain dengan menunggu? Kau biarkan jam dinding berdentang sampai fajar menjelang, dan mataku masih juga belum bisa terpejam. Menimang-nimang bayangmu yang terekam dalam benakku. Lalu sebagian hatiku yang lain berpretensi. Agaknya, aku mulai getas, merentik selira seperti semara. Ah, apa iya?


Kalau dengan mengenalmu, aku jauh lebih baik, lanjutkan. Atau kalau dengan berkawan denganku, kamu merasa jauh lebih baik, teruskan. Lalu bisakah kau membuatku lebih baik agar aku bisa terus mengenalmu lebih jauh? Dan atau sebaliknya. Apa mungkin kaumelihat apa yang kulihat? Kita.

Sebab banyak hal yang tak bisa kuungkap lewat suara. Hanya kata-kata yang mewakilinya. Pun itu tak seberapa. Aku percaya, semua terjadi atas kehendak Tuhan. Termasuk cinta yang memenuhi udara, lalu jatuh tepat di hatiku dan relungmu.

Tapi jangan sekali-kali menjadikan aku pilihan apalagi tempat persinggahan, atau tempat pelarian. Jadikan aku tujuan terakhirmu.

Jadikan aku orang yang paling rapuh saat bersamamu. Kau tahu? Jika aku bisa menjadi diriku yang paling lemah saat bersamamu, bukankah artinya kau begitu bisa kupercaya? Sebab ternyata, terkadang aku butuh waktu untuk melepas semua lelahku hanya dengan satu orang. Seseorang yang tak hanya memberi rasa aman tapi juga nyaman. Seseorang yang tak sekadar membuat pernyataan tapi juga pertanggungjawaban. Seseorang yang tak pernah berusaha mengubah aku menjadi diriku yang lain. Seseorang yang selalu membantuku untuk terus bergeser ke arah kanan.

Kamu?

Bisa kemari sebentar? Bisakah memeluk ketakutanku yang kian gemetar ... Boleh aku mengeluhkan lelah yang menjarah seluruh dayaku? Atau merebahkan gundah di telingamu. Aku hanya ingin kamu mendengarnya. Bukan dengan telingamu, suaraku tak mungkin menggema melalui gendang telingamu. Tutup saja matamu, lalu rasakan rusukmu turun-naik. Mengembang lalu mengempis dengan sendirinya. 

Aku meminta Tuhan melindungi kau dan aku dari reruntuhan budaya. Deviasi yang sudah luwes dimainkan oleh anak muda. Seenaknya bertingkah, memberi acuan baru yang demagogis. Ah, atau bisakah kamu menolongku? Perkara hati yang gelisah tiba-tiba, mampukah kaumembuatnya tenang kembali seperti semula?


220913~Lalu aku tahu betul bahwa jika suatu waktu aku mencintaimu, itu hanya akan tersimpan rapi di hatiku. Semoga juga di hatimu.

11 komentar:

Banteng Edan said...

Wowww.. woww.. wow.. bagus bgt kata2'y..
Cocok ini jd anak fbs.. :-)

apv semarang said...

Pandai merangkai kata ya...mampir jika berkenan ke blog saya

Siti Aisyah said...

kau tau? jika aku bisa menjadi diriku yang paling lemah saat bersamamu~

Radiana, Fasih said...

Banteng Edan: haha mantan calon anak FBS nih :))
mbak Sitek : Ciyeeee </3

elektronik said...

mmmm... komentar apa yah?? yang pasti bagus benget kata katanya.. sangat menarik sekali... salam kenal.

Bambang Subagio said...

Bagus sekali.....

Bambang Subagio said...
This comment has been removed by the author.
Radiana, Fasih said...

terima kasih :)

Andi Rofiek said...

bagus sekali adik kata2nya... repost to my blog ye...

Radiana, Fasih said...

makasih, oke :D

Anonymous said...

Wah, menyentuh. Berbakat....

Post a Comment