Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Wednesday, September 26, 2012

Jangan Pernah Pergi Dariku


Kamu mencipta rindu dengan jarak yang menetap. Dalam satu waktu, aku bisa jadi yang paling ingin berada di dekatmu. Aku tak ingin melepaskan apa yang tak bisa benar-benar kugenggam. Aku ingin menetap di ruang-ruang hatimu, meski tahu bukan untuk selamanya.

Sebab sedari tadi aku hanya mau kamu ada di sini, di dekapku. Selalu begitu, itu saja.

Aku bukan pujangga yang pandai berkata, kadang aku mencintai tanpa suara. Sebab aku sudah tenang melihatmu dari kejauhan dan merasakan kamu seperti cinta yang selalu diam-diam. Sakit satu kali dan selamanya akan jauh lebih baik, dibanding sakit berkali-kali, setiap hari. Tapi mengapa aku tetap bertahan menikmati apa yang masih terus saja menggerogoti, mungkin sebab kamu yang melakukannya. Yang mengindahkan luka dengan entah, benar atau salah, Cinta.

Kamu membuatku pintar memelihara rasa sakit yang setiap detik semakin melilit. Kamu mengajariku menyembunyikan air mata di balik tawa. Dan kamu mengubah sesak yang merambat makin menjalar melebar itu menjadi suatu pertanda, mungkin saja aku tak bisa bertahan tanpa bualan. Tanpa kamu yang selalu saja bilang bahwa aku dan kamu akan selalu jadi aku dan kamu, bukan kita. Mungkin saja aku memang sudah terlanjur tidak bisa tanpa ada kamu di sini. Sebab sepertinya aku ingin selalu terbangun di manapun kamu berada.

Aku bukan yang mudah menjelaskan, it's too complicated to turn off my feeling and erase all memories. Dan kamu justru seperti membuatku makin tak bisa melepaskan apa yang tak pernah ingin kulesapkan. 

Dan entah sampai kapan aku harus menahan apa yang tidak ingin kamu perjuangkan. Sebenarnya, buat apa melanjutkan perasaan yang tak terbalaskan? Sebenarnya, untuk apa menyembunyikan apa yang terus saja hanya tersimpan. Kadang aku lelah meredam, memendam. Kadang aku tak hanya ingin diam, tapi katamu kita bukan pilihan.

Lalu dengan apa lagi aku harus menyampaikan rindu yang menajam menerjang tak mau hilang?




260912~Just feel complete when you're by my side. So simple, you know? But unfortunately, we're complicated.

2 komentar:

rizqi rizqi mukhlis said...

paragraf 4 kurang huruf
"h"

Radiana, Fasih said...

terimakasih koreksinya:)

Post a Comment