Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Sunday, February 16, 2014

Hari Ke-16: Andai Aku Mati Sebelum Kau


Andai kematianku datang setelah menuliskan ini, biar kutebak, akan ada apa setelahnya. Aku pasti menyesali diri karena menulis lebih banyak ketimbang menyebut nama-Mu dalam barisan doa. Aku pasti ingin kembali hidup untuk bersujud lebih lama ketimbang menangis berlarut-larut.

Andai kematianku datang setelah menuliskan ini, seperti apa kiranya kamu menikmati snack hidangan dari penghormatan atas kehadiranmu melayatiku? Berkabung atau malah menabung tawa yang ranum. Habiskan ceritamu tentangku, bila kamu belum tahu seperti apa hidup dari kehidupanku, tersenyumlah saja karena aku akan terus hidup dari kehidupanmu.

Andai kematianku datang sebelum kau, boleh kau bantu aku mendoa dalam abjad yang haru? Aku tak punya banyak cakap untuk tiket menuju surga. Aku masih begitu rawan untuk menjadi ahli neraka. Pun sebenarnya aku belum siap menghadapi ajal. Tapi siapa yang tahu kapan maut datang menjelang?



Malaikat tak pernah salah mencabut urat dalam nadi, tak pernah bimbang menimbang-nimbang soal penghabisan. Andai kematianku datang sedetik lagi, kumohon jangan pernah berhenti dalam doa. Semoga kau dan aku bertemu di tempat yang abadi; Surga.

4 komentar:

jaifar fairuz said...


sebelumnya aku berharap menemukan cinta dalam tulisan ini, namun emosi yang menggebu, dan sedikit keputus asaan tergambar ditulisan ini.., apa yang menurut anda tak takut ajal menjemput tidak didukung oleh tulisan berikutnya karena anda telah menyambung dengan perkataan "pun aku belum siap menghadapi ajal dst...."
bagaimana anda menulis ini jikalau anda belum siap?
tetapi tulisan ini cukup bagus pola kata dan susunanya, makasih...

Bambang Subagio said...

*
Fasih ! Sesuai dg namanya...
Kau demikian sempurna menyusun kata..
Kau begitu fasih memilih makna..

siti khalifah said...

kata-kata penuh makna fasih, salam kenal

krisna jati said...

kata-katanya renyah, mengalir dan enak dibaca

Post a Comment