Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Wednesday, February 12, 2014

Hari Ke-12: Peringatan Keras Untukmu, Rindu!


Aku tak punya kuasa atas rasa rindu. Allah, peluk aku untuk satu kerinduan yang bukan milikku....

Peringatan keras untukmu, jangan lagi muncul untuk mengganggu....
Kembalilah pada penciptamu, Rindu. Kumohon jangan berkeliaran di hatiku.


Ingin kuusir yang datang terus-menerus mengutuk satu nama yang masih juga kerap membuat jatuh pada rindu. Bukan lagi hakku untuk menyemai satu perasaan sakral yang pernah jadi kudapanku setiap hari, dulu. Aku tak bisa apa-apa kecuali menyampaikannya padamu, Tuhan. Jadi, ambillah semua rasa yang mengerami hatiku, sebab aku tak mampu menjaganya sendiri.

Ah, maafkan aku yang tak bisa menjaga rindu sehingga kerap lalu-lalang kalang kabut ingin memasuki hatimu. Maafkan aku yang tak bisa mendidik rindu dengan baik, sehingga ia kerap bermain-main di teras hatimu.

Sudah hari ke-12 di bulan kedua dalam tahun yang baru. Semestinya tak dapat lagi kurasa rindu menggaungi telingaku. Seharusnya tak bisa lagi kuraba cinta yang diam-diam masih terus mengintai dalam jarak. Masa lalu sudah jatuh, mustahil untuk direngkuh. Bisa Kau bantu aku untuk menjauh?

Ketika cinta bukan lagi aku, biarkan aku tetap mengingatkan kamu untuk memperingatkan aku bahwa kita tak punya kendali atas hati yang terus mencari atau berhenti....
Kalau cintamu sudah bukan lagi milikku, biarkan doa ini tetap sampai padamu kala aku merindu....

Si pemilik rindu,
Fasih Radiana

3 komentar:

Bambang Subagio said...


"Kalau cintamu sudah bukan lagi milikku, biarkan doa ini tetap sampai padamu kala aku merindu....

Indah sekali..

wahyu.blog said...

Tuhan hanya menitipi kita satu hati. untuk merasakan 1 perasaan. yg sepenuhnya mewakili diri kita. lalu mengapa melibatkan Tuhan? kitalah jawaban itu

Shofi Dini El-fajri said...

suka banget sama tulisannya, lanjutin nulis ya kak :)

Post a Comment