Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Saturday, December 3, 2011

Lelahku Dalam Gundah


Menyedihkan. Miris lebih gemericik dari gerimis. Aku dibantai harga diri, sakit sekali kian ngilu di ulu hati. Lelah susah payahku, tak disentuh sehelai rambut putih. Aku makin gagap, jemariku yang bengkok nyaris patah. Rasanya memang lebih baik di patahkan saja. Airmataku tetes lagi, leleh dalam sudut kediaman dingin, meronta haus ingin pulang. 

Kembalikan aku saja ke peradaban masa lalu. Biar angin menghapus segala gundah yang kian merangah. Aku muak! Aku bukan robot rakitan, hey, aku punya batas titik sekarat. Kau tau? Aku merasa kehilangan semua. Separuh nyawaku, seperempat ruh ku bahkan juga ikut pergi. Sendiri saja lagi, seluruh aku.

Terkadang aku juga ingin, apa salah? Sebegitu kah Kau mengajariku melangkahi pinus menghitam? Bahkan meski Kau mendengar dengusku makin kencang. Aku muak, aku benar lelah dalam gundah. Aku mohon mengertilah, aku mohon kali ini saja.

4 komentar:

nurtayak said...

aku ingin masa lalu kembali padaku

Fasih Radiana said...

ciyeeee mas galau, aku juga ingin-_-

Anonymous said...

nice, keep writing

Anonymous said...

good words

Post a Comment