Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Friday, January 10, 2014

Bolehkah Aku Mencintai Lelaki Itu, Bu?


Boleh kutitipkan rasa sayangku ini padanya, Bu? Boleh aku menjadikannya doa dalam setiap sujudku setelah aku mendoakanmu, Bu?


Sebab aku pun tak sengaja bertemu dengan lelaki itu. Aku tak pernah berencana mencintainya. Tapi sekarang, aku justru ingin menjadikannya bagian dariku sampai nanti, Bu. Seperti Ibu yang hidup dengan ayah sekarang ini. Aku sedang diserang rasa yang dimiliki setiap anak muda ... yang tak bisa kucegah dan kuhentikan begitu saja. Jadi, bolehkah aku....

Ibu pasti jauh lebih tahu, bagaimana rasanya membutuhkan satuan lain untuk menggenapi sebagian yang kurang. Aku melakukan apa yang belum pernah kulakukan, itu cinta kan, Bu? Entah, berapa kali aku mengatakannya, aku mencintai lelaki ini dan itu. Lalu berganti dengan yang lain. Tapi sungguh, kali ini aku butuh restu darimu. Sebab aku ingin melanjutkan hidup dengannya. Aku membutuhkan doa seorang ibu....

Kamu percaya kan?

Katanya, sesuatu yang sulit didapatkan akan jauh lebih dijaga nantinya. Aku percaya itu. Mungkin Tuhan ingin tahu seberapa dalam cintaku. Seberapa kuat tekadmu. Seberapa besar iman yang melekat di antara kau dan aku. Barangkali, Tuhan menguji kadar keseriusan manusia lewat sesuatu yang menyakitkan. Tapi aku masih percaya, bersama kesulitan pasti ada kemudahan. Kamu juga percaya kan?


Aku harap kamu tak begitu saja menyerah, Sayang. Sebab percayaku sudah kugantungkan padamu. Jangan berhenti di petak yang itu, Sayang! Sebab aku ingin kamu berlari menujuku. Ah, kecuali rasa sayang yang kerap kauucap adalah dusta rayu. Kecuali cintamu ternyata palsu. Kecuali yang sudah kita lewati hanyalah semu....

Ibu, ternyata bukan perkara mudah menemui jemari yang pas dijariku. Berkali-kali aku tak bisa berhenti pada satu hati, tapi kini aku enggan begitu lagi. Tak mau kemana-mana lagi, Bu.

Sebab ternyata lelaki itu yang mampu memeluk kegelisahanku, Bu. Dia yang bisa meredam amarahku. Lalu, aku hanya ingin membalasnya dengan hal serupa. Mungkin terdengar berlebihan, tapi aku punya mimpi kecil yang pasti dimiliki semua wanita. Menjadi pendamping seorang pria yang dicinta. Tapi, Bu, menjadi yang halal baginya butuh keridhoanmu....

Bu, izinkan lelaki itu jadi bagian darimu juga. Sudi kiranya Ibu menyayanginya seperti Ibu menyayangiku. Aku tahu, pun saat ini Ibu masih ragu ... pada akhirnya seorang Ibu pasti turut setuju apapun pilihan yang membuat anaknya bahagia.

Dan untukmu, lelaki yang mengaku menyayangiku. Semoga kamu mau memperbaiki yang kurang bersamaku. Bukankah kita punya Allah? Baiknya kau dan aku meminta restu Tuhan terlebih dulu. Baiknya kau dan aku mendekatkan diri pada sang penguasa hati. Agar segala yang masih rancu berubah jadi haru.

Sayang, pahamkan aku soal setia. Beri aku pengertian bahwa sesulit apapun akan kaulakukan untukku. Semestinya kau tahu, betapa aku tak ingin segalanya berakhir kecuali di penghulu....




100113~Dalam doa, aku meminta bantuan Tuhan untuk menyatukan yang masih menjadi kepingan yang berserakan.



2 komentar:

Bambang Subagio said...

.
Tidakkah setiap cinta menjadi bagian yg indah untuk setiap tarikan nafas nya ?
Sungguh luar biasa ...

Bambang Subagio said...

.
Tidakkah setiap cinta menjadi bagian yg indah untuk setiap tarikan nafas nya ?
Sungguh luar biasa ...

Post a Comment