Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label mimpi. Show all posts
Showing posts with label mimpi. Show all posts

Tuesday, February 11, 2014

Hari Ke-10: Mimpi




Malam menjelang: Aku mati, membawa mimpi. Kamu jadi tokoh utama bersamanya. Dan aku hanya bak penonton yang menggandrungi pemeran dalam drama. Dan jatuh dari tempat tidur, terbangun saat serial televisi yang sedang seru-serunya itu dibuat bersambung oleh sutradaranya.

Wednesday, September 12, 2012

Di Balik Tirai

Mewakili resah yang merindu. Aku merinding serupa angin yang menggugurkan dedaunan. Debu berserak mengkerak. Bagaimana lagi aku harus berhenti menangisi?

follow me @fasihrdn


Berkali-kali aku melirik jemari lentikmu. Memangku gelisah yang tak juga jengah. Di balik tirai jendela kuremat-remat, biar gemeretak gigiku berhenti menyemat sampai keram melambung tak putus-putus. Di balik kaca jendela aku berkaca. Memandangi lekat-lekat wajah yang tak terlihat jelas parasnya. Di balik semu aku bersembunyi. Bersembunyi dan ingin cepat-cepat menjatuhkan diri. Lebih baik begini daripada harus jatuh dalam cinta tak bertuan.

Aku tak bisa melihat ujung atap rumahmu. Dari balik layar aku mengendus mencari-cari aroma tubuhmu. Sebab aku hanya bisa menoleh sepersekian detik dari waktu yang tersisa. Bilik yang nyaris roboh itu kaubangun dengan kayu yang baru. Dengan batu-batu yang lebih kuat dari dahulu. Lalu untuk apa jika hanya akan dirobohkan lagi? Untuk apa kiranya, untuk apa?

Dik, begitukah panggilan yang paling mesra? Paling pas? Di  balik tirai jendela aku mendengar suara-suara dengan mata sayu. Seperti suara perjaka yang pernah mampir di mimpiku.

Kalau di sana sudah kutemui dekap yang erat, lalu untuk apa bangun lagi?



Sunday, January 8, 2012

RESOLUSI 2012





Hujan. Hujan selalu mengembalikan ingatan ke masa-masa yang sudah punah, membuat angin lalu seolah berhembus menampar wajahku. Kamu tau? Itu yang sering meredam derap langkahku, merantai semua mimpi dan angan untuk tetap diteruskan. Terkadang lelah karena setumpuk masalah jadi kerikil yang tajam menusuk jalur lambungku. Membuat semua daftar mimpi ku seperti jadi yang sangat susah di jadikan nyata.



Anthology of Dream :

1. Mempertahankan 3 besar juara sekolah
2. Penulis novel-novel "best seller", jadi pujangga seperti W.S Rendra
3. MUA (Make-up Artist) professional, punya salon yang ternama :p
4. Sekolah psikology----> jadi psikolog anak kayak Kak Seto :)

Aku tau, tak semudah membalikkan telapak tangan mewujudkan semua "mimpi". Tapi aku percaya Tuhan, percaya keajaiban-Nya. Aku percaya Tuhan memberikan jalannya. Kamu juga harus percaya, sebanyak apa keterbatasan itu pasti Tuhan membantu, pasti.

Kadang bahkan aku kehabisan cara yang membuat daya ku nyaris hilang, melenyapkan sebagian mimpiku. Banyak pikiran kurang penting yang menyendatkan rasa percaya pada kemampuanku. Apa iya aku mampu? Apa bisa menjadi seperti itu?

Jujur, INTERNET yang perlahan memperkenalkan pada sekitaranku. Setidaknya, pada "dunia maya" tentang caranya jemariku berdansa pada tinta hitam pekat yang lekat dengan keajaiban dari sisa-sisa abjad, tentang tangan kiri ku yang sudah menciptakan ratusan karya.

Sama seperti caraku menyapukan eyeshadow di kelopak mata, otodidak yang juga mendapat referensi dari INTERNET

Hujan sudah reda. Yang tajam meruncing itu suda hancur meluruhkan semua gundah. Aku harus siap, mesti kuat. Melawan alur yang terkadang mengikuti obaligat setan. Membuatku memutar arah, berbalik dan diam di sudut yang gelap. Yang bisa dibilang semacam "putus asa" itu harus segera dihancurkan. 2012 harusnya jadi satu titik di mana langkahku meluncur  dipercepat dua kali lebih banter dari speedy


CLICK NOW!