Keinginan saya memang menjadi ibu rumah tangga. Karena saya begitu tahu bahwa bekerja di luar rumah tak pernah bisa disambi dengan mengurus semua urusan rumah, tidak sama, berbeda pola. Pikiran-pikiran itu memenuhi saya sudah cukup lama. Sudah sejak Saya masih dikategorikan sebagai remaja. Dengan pendidikan yang tetap mumpuni karena untuk mencetak penerus yang baik pun butuh andil seorang Ibu yang cerdas. Ibu rumah tangga harus multitalent kan? Lalu ada yang salah dari saya yang sekolah di beda-beda jurusan? Hehe, abaikan kalimat terakhir.
Dari dini hari sampai pagi lagi, bukankah harus ada satu orang yang memimpin seisi rumah agar tetap teratur? Bagaimana jika sistem itu cacat sedikit saja? Kira-kira siapakah korbannya? Siapa yang akan dirugikan di sana? Berhasilkah saya, jika saya adalah "orang besar" yang dihormati dan dibanggakan di mana-mana, tetapi keluarga kecil saya ternyata tidak bisa memaknai hakikat "keluarga" yang seutuhnya? Sederhanakah tugas seorang Ibu Rumah Tangga? Sesederhana setiap mata yang mencela prodi Tata Rias dan Kecantikan, katanya, kuliah hanya datang lalu praktik make up. Tanpa profesi Ibu rumah tangga, saya rasa sistem di dalam rumah tidak akan berjalan dengan baik. Pun ada, hanyalah sekian persen saja. Bisa dihitung dengan jari telunjuk.
Masih salahkah? Apa? Uang?


