Remaja di era globalisasi ternyata krisis rasa syukur.
Bahwa salah satu cara menempuh kebahagiaan adalah dengan memperkuat iman. Dan bersyukur sebenarnya suatu yang sederhana namun sangat sulit dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangankan anak muda yang masih dalam proses pencarian jati diri, yang sudah hidup berpuluh-puluh tahun saja mungkin masih banyak yang belum bisa menikmati kehidupannya.
Di sini saya bukan mau menasihati apalagi menggurui. Saya hanya akan berbagi. Saya mengingatkan kamu dan terutama diri sendiri. Untuk terus menikmati apa yang kita punya bukan menjadi yang selalu meratapi kesulitan yang kita punya. Hakikat kehidupan di dunia memang selalu bertemu dengan kesulitan yang datangnya dari Tuhan, mana ada yang sempurna?
Kamu tak akan pernah tahu apa itu bahagia sebelum kamu berhenti merasa kehidupan orang lain jauh lebih indah.




