Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Saturday, August 25, 2012

Apa Susahnya Mencintaiku?


Coba ceritakan tentang hatimu. Jelaskan siapa kamu. Apa benar tak bisa melihatku dengan kedua matamu? Atau hanya bisa memandangiku dari balik layar serupa monitor. Kalau saja feeling-ku tepat, seharusnya kamu mulai merapat. Mestinya sekarang kamu menjadi yang paling kerap mengunjungi tulisanku. Harusnya kamu menjadi pembaca setiap baid yang menceritakan tentang kamu. Sebab aku sengaja mengurai abjad untuk kamu mengerti maksud yang kusembunyikan dari setiap lengkungan senyumku. Memahami kata-kata yang tak bisa melantangkan suaranya. Seharusnya kamu membaca lakuku, seperti aku yang mulai mencarimu.

Hey, Bung! "Kamu" yang menjadi tokoh utama dalam ceritaku adalah kamu.

Kamu yang kusebutkan dalam celotehanku itu kamu. Nama yang kurapal dalam mimpi itu kamu. Wajah yang membuntuti bayanganku itu kamu. Suara lirih yang menggema dalam susunan playlist-ku itu mencitrakan tentang kamu. Coba kemari, lihat di sini. Yang menelusup lewat rongga dadaku itu mengisyaratkan kamu. 

Follow me @Fasihrdn
Lalu di mana lagi aku bisa mencarimu? Sedang aku tak tahu di mana rumahmu. Harus bagaimana aku menghubungimu? Sedang aku tak punya nomor teleponmu. Lalu dengan cara apa lagi agar kamu mendekat di pelukku? Sedang kamu tak kunjung membuat sinyalnya berbaur menyatu.

Mengapa tak juga bertanya apakah sosok "Kamu" yang selalu ada dalam ceritaku adalah kamu? Atau yang lebih sederhana, mengapa tak mencoba mendekatiku?



Susah payah memasang kode yang sengaja kubuat lebih mudah. Tapi jadi percuma kalau kamu tak pernah mencoba memecahkannya. Atau kamu punya sistem yang lebih canggih untuk menemukan kata kunci yang tersembunyi? Pilih saja mau dengan cara apa, coba jelaskan padaku. Apa ini caramu memutar-mutar hatiku? Membuatnya sedikit linglung, jadi bingung.

Selama kata mengalir sampai ke hilir, semua masih tentang kamu. Hanya saja perasaanku larut, jadi carut marut. Aku ingin bersembunyi di balik waktu, lebih baik tak pernah mengenalmu. Tapi sepertinya terlambat untuk balik kanan, memutar arah langkah. Aku terlanjur menjadi yang selalu memimpikanmu, dan merindu.

Jadi cepatlah datang kemari, dekati aku. Katakan kau mencintaiku.

3 komentar:

Atyra said...

so Nice n interest...salam kenal mba'..:)

Anonymous said...

awesome;)

Radiana, Fasih said...

atyra: terimakasih, salam kenal:)

Post a Comment