Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.

Sunday, March 4, 2012

Maaf untuk Ayah dan Ibuku



Maaf, Bu. Maaf karena kata maaf pun membisu di bibirku. Maaf, Ayah. Karena sakit di dadamu itu bagian yang selalu saja kumasukkan setiap hari. Maaf karena anakmu ini selalu gagal menyimpan amarahmu. Anakmu ini tak pernah berhasil menyeka tangis dalam matamu. Maaf, aku gagal menjadi anak yang baik menurut pandanganmu.

Aku tahu betapa dalam sakit menusuk rusukmu, saat aku memalingkan wajah hanya karena aku sedang malas berbicara. Aku mengerti, lebam yang merangsuk tertiup duri saat anakmu tak menghiraukan teguranmu. Maaf, Bu. Maaf karena yang paling sederhana pun tak bisa kukerjakan. Melengkungkan senyum di tepian bibirmu. 

Aku paham, betapa besar amarah meradang di jantungmu, yang sengaja kau redam. Melihat anakmu tak mengindahkan tawa di raut wajahmu. Saat kerja kerasmu berserimbah peluh, menjadi sia-sia karena aku tak mampu meluruhkan keluhanmu. Maafkan aku, Ayah. Yang paling mudah pun tak bisa kulakukan. Menciptakan ketenangan di jiwamu.

Andai saja aku tahu caranya, andai saja aku bisa. Aku ingin menghapus segala gundah yang menggelisahkan hatimu. Tentang anakmu yang tak kunjung membuatmu bahagia, atau anakmu yang tidak juga menjadikanmu bangga. 

Tuhan, datang padaku. Ajari aku memperbaiki retakan di dada Ibuku, mengembalikan senyum di sudut dalam bibirnya. Tuhan, rengkuh aku. Beritahu padaku, caranya mengubah lelah di sela kecewa milik Ayahku, menjadikan bangga di antara bahagianya.


Untuk Ibu dan Ayahku, maafkan anakmu yang selalu memaksamu meliarkan amarah yang menahan tangis. Maafkan aku yang belum berhasil melukiskan senyum karena memiliki aku, anakmu.







040312




@fasihrdn on twitter

10 komentar:

Anonymous said...

untuk ayah dan ibu dari setiap anaknya......

Radiana Fasih said...

yeaaa :')

Maulana said...

http://justforardie.blogspot.com/2011/12/kami-bajingan-bagi-ibu-kami.html

Siti Aisyah said...

nangis looo aku mbok sumpah baca ini sama dengerin http://soundcloud.com/fasihrdn/pembacaan-puisi-maaf-untuk

Radiana, Fasih said...

masa mbak? hehehe aku juga pertama dengerin nangis dewe :')

Siti Aisyah said...

rapercoyo yowis -_-

Radiana, Fasih said...

haha percaya mbak :p

Bustan SAM said...

kekerasan, perkatan, tingkah yang kasar, ataupun hal2 lainnya yang dilakukan oleh ortu terhadap kita,,
itu karena mereka sangat dan saaaangat menyayangi kita,,
dan apa yang telah membuat beliau patah hati karena kita,, hanya permohonan maaflah bagi beliau,,
hehehe
terharu sangat ni kak,, :)
salam kak :)

amalia shabrina said...

ka.. klo boleh tau.. pembcaan puisi ini musik pengiringnya appa yha..? thankz :)

Anonymous said...

mkasih dengn puisi ini, dengn mmbca ni puisi aku sadar akan semuanya...

Post a Comment