Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label puisi indah. Show all posts
Showing posts with label puisi indah. Show all posts

Monday, February 6, 2012

DUA



"Autis dan Idiot", Aku rindu dua kata yang selalu bersanding di sekitaranku, dengan kamu yang berada di dalamnya.


DUA. Sudut angka yang mengingatkan aku pada luka. Melukiskan bagaimana caraku memanjakan hatiku dengan cinta. Yang terbilang singkat itu menyakitkan, yang dianggap sebentar itu ternyata mematikan. Dan yang memilukan itu karna aku terlanjur kecanduan, dan kamu memaksaku menghentikan semua yang ku pikir tak akan bisa berhenti. Seperti perputaran siang malam yang saling bergantian.

Senyummu yang hanya tersentuh airmataku, itu sekarang.

Dan dua, hanya seperti dua detik yang menyaksikan ketenangan, dua abad selanjutnya aku hilang. Dua hari aku terhempas sendiri, mencoba menatap 200 balutan kata yang sudah dulu sekali. Dua bulan saja menelan pil memabukkan, dua tahun kemudian aku masih seperti ini. Seperti di penjara kena hukuman. Dua, begitu melekat, masih menghisap udara di sela rongga dada. Dan diantara 2/3 lelahku, aku benci masih begini, seperti ini.





Aku dan kamu, adalah dua yang pernah menjadi satu dan tak lagi menyatu sebab mendua.




Bisa cek tulisan ini di blog GagasMedia KLICK HERE!


You can follow me  @Fasihrdn


Sunday, January 1, 2012

Pesta Kembang Api

Gradasi serupa pelangi
bertema megah mulia
siluet panjang pecah membelah mega pekat
mengubah sepanjang jalur laju tersendat kebersamaan

Mengepulkan asap serdak yang berjatuhan
mulai heboh rupanya,
gema mengguncang akhir tawa
Melejitkan kilauan, 
sepersekian detik saja jadi candu mengumbar senyum

Derunya bertabrakan seantero jagad
Seperti main pedang-pedangan
Kuning keemasan
menyebarkan gemilang di sudut kedalaman



Berturut-turut mekar
kembang menyapu langit yang sedari tadi tampak murung
Kanvas langit jadi saksi,
sampai ketepian menyeruakkan kemegahan

Aku pun ikut diam
Larut dalam keramaian yang masih saja tampak hening
Menyudutkan lamunan,
sudut pandang berubah menyatu
mengaung bersama sentak hentak hujan pelangi
Pergantian musim,
mestinya galau berubah jadi indah



Makin menyesak di telinga
berdebur dengan melodi serupa
Makin kuat jadi hebat bertebaran
menyilang bebarengan, mengisi kekosongan
memenuhi arah pandang
getar gemetar mengalun tak ada habisnya

Bulan pun mati gandrung
tak punya nyali menampakkan diri
seperti taman kanak-kanak
kacau carut marut, tapi senang tanpa beban

belajar hitung, satu....dua...tiga....
Dyar dyar dyar!
Dan selamat tinggal kisah lalu
Mari bersulang mendentingkan gelas kaca


Selamat datang tahun baru dengan sederet irama warna baru :)

Sunday, November 22, 2009

cinta kelabu

menari di antara degup jantung
jiwa yang bermekaran
perasaan tenggelam dalam kalut
bersembunyi di balik senyuman

menari di sela derai tawa
menjerit melilit terhimpit
segelintir tangis mengais lara
mendaki berbuah luka sukma

tak sanggup aku
terus merasa yang tak terasa
setetes cinta mendengus pilu
lenyapkan semua makna

sorot matamu,
memaksaku tertunduk kelu
senyum yang kerap bersanding
berbaur melagu mengadu
Mengganggu

18.11.09

meredam dusta

digerimis pagi yang rebah, genanganair mata meluap
terlihat luka yang sekejap kau senyumkan
mencari detak di bibir sunyi
entah makna apa yang tersirat
beban yang berkutat !

terjepit kata terbungkus sepi
terpenjara rasa yang tak merasa
terbingkai kanvas misteri
yang bungkam dari cerita

menghitung sunyi dikuatrin senja
duduk berjuntai,
mengucap salam pada jiwa yang berdusta
menyapa sukma yang menipu

tegur tanya terucap
sekeping hati menangkap
cinta yang berkelit
menancapkan gemanya
yang merayap-rayap di udara
merenggut cinta yang lain

bertebaran,
bagai merjan yang pecah
memaksa kau dan aku mengudara

18.11.09

Friday, November 20, 2009

ketika dia menghampiri

ketika dia memanggilmu
berbisikk merdu,
menggelitik sukma
memaksamu
tuk mengumbar senyum

ketika ia mendekat
meraba kalbu,
mencari celah tuk merayu
hingga tak kuasa
membuatmu terpaku
membisu

ketika ia menatapmu,
kaupun tersipu malu
entah knp kau mau
bahkan tak mampu berlalu

ketika kau tau sesuatu
membuatmu meragu
rasa yang mengganggu
trbelenggu debu”


ketika kau tak mau tau
getar” it tak lagi berderu
pilu semakin menyerbu
berpacu menghapus prasaan itu

namun di saat ia mulai membeku
engkau menjerit,
“jangan kau ambil dariku!”
Entah apa alasanny
Tapi jangan berlalu !


Satu hal yang baru kau sadari
dia begitu berarti
bila kau merasa sepi,
sendiri …