Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label jemu. Show all posts
Showing posts with label jemu. Show all posts

Saturday, May 3, 2014

Celah dalam Lelah; Aku Lengah


Apa kau benar-benar tak mau aku betah berlama-lama dalam tatapmu? Sedang saat ini aku gamang kalau dalam lemah ada yang mampu menjagaku dari lejarnya mencintaimu....

Bertanyalah mengapa aku masih bersetia pada luka yang kerap menjadi kepayahanku dalam bersabar. Sedang sejauh hari kau masih juga menganggapku robot yang tak punya kesempatan untuk rehat. Nyatanya kamu asyik sekali menjejaki sakitku, kamu puas aku menangisimu, kamu menang, Sayang. Padahal aku tak pernah setuju kauajaki aku bermain-main dalam hatiku.

Seperti dua dadu yang kaulempar, jemarimu mengantarku pada sembilu. Aku selalu bilang, aku mampu. Aku selalu yakinkan diriku, aku sanggup meski rangup. Tapi rupanya kau semakin semangat menyayat-nyayat setiap ayat yang kulumat demi seikat kuat, malah kau minum lagi setengguk anggur; sengaja mabuk biar aku mengamuk.

Bukankah aku hanya akan menangis lagi? Lalu tersenyum setiap bilangan jatuh kembali pada titik nol. Seperti biasa saja, seolah aku tak mengapa, serupa kamu yang tak juga mau tahu bahwa aku tidak sedang terserang flu, aku bukan sedang terkena virus seperti katamu, ini bekas tangisku satu detik lalu!