Cerita tahunan lalu, bertemu pada satu titik yang bernama rindu.
"Betapa kalian tak perlu tahu untuk apa aku bersembunyi. Kebodohan yang tak akan pernah kuulangi. Menyia-nyiakan tawa kalian. Melewatkan cerita-cerita kalian. Kalian tahu? Kalian mesti tahu; doaku tak pernah lepas untuk kebahagiaan kalian, kawan."
Sudah tahunan lalu, sebelum waktu menjadi alasan menggeser langkah-langkah kecil kita berjalan berlainan arah. Ternyata aku salah asumsi. Aku yang menepi. Aku yang memutuskan untuk pergi. Apriori yang kadung menjejak dalam benak. Kalian yang melupa, bukan aku yang mengasingkan diri.
