Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label mencintai karena Allah. Show all posts
Showing posts with label mencintai karena Allah. Show all posts

Saturday, October 8, 2016

Idealisme Masa Silam

Hai, masa depan. Jangan bersembunyi di balik takdir orang. Patahkan segera bila memang tak tepat dalam naskahnya. Jangan takut aku menangis karenanya, aku tak akan malu menapakinya. Bukankah di depan Tuhanmu aku sudah mengakuinya?

Masa depan, dulu aku mengira kau adalah rencana yang mesti disusun begitu sempurna. Dengan daya yang tak sedikit, dengan alir air mata yang tumpah menyangga luka, dengan segala yang ternyata hanya dampak ketidakinginan mengulang kesalahan lama. Terlampau dalam aku menguburnya diam-diam, menjadikan harap pada yang tak sepatutnya diraih dengan cara berpunggungan dengan pemilik kuasa. Kini, cerita sudah diobrak-abrik penyesalan. Masihkah ada ruang perbaikan?

Sendiri adalah makanan sehari-hari. Aku tak pernah sudi menggantinya dengan ramai yang berduyun-duyun melamar kemari. Sadari sebenarnya ada satu angan rahasia sejak lama untuk memiliki rak sepatu, agar ada tempat menaruh dua kaki yang lesu. Lalu lemari besi untuk menggantung sendi-sendi yang terlalu sering dipaksa berlari tanpa henti. Lantai kayu untuk membaringkan tulang reyot di bawah atap yang bila malam menyoroti kantung mata dengan purnama. Tapi ternyata aku tak butuh itu semua. Cukup satu hati yang mengajak lelah berterus-terang ketika langit masih kelam, tapi bulan sudah samar menghilang. Dan tak satupun, termasuk segala ilmuku yang tahu, siapa ia. Di mana sedang berpijak. Atau kapan akan berjumpa.

Masa depan, bila bagimu aku terburu-buru, bila kau tahu niat itu bergeser terlalu jauh, beritahu aku. Tak apa, aku tak akan marah. Tegar sudah disiapkan untuk lebih tabah. Sebab tak lagi ada waktu untuk mengulang-ulang kepayahan diri membawa seluruh aku pada dunia yang semu.

Tolong, bantu katakan pada Tuanmu, hancurkan saja apapun yang tak Ia sukai. Bila memang harus, sakit separah apa, aku bersedia. Bunuh saja.

©Fasih Radiana

Friday, February 21, 2014

Hari Ke-21: Mencintaimu Karena Allah



more quote www.fasihrr.tumblr.com

Perasaan yang tidak akan pernah bisa kamu hentikan adalah cinta. Maka cintailah apapun itu yang membuatmu merasa semakin membutuhkan Allah, cintailah ia yang dengannya kautemui dirimu selalu merindukan Allah. Cintailah ia yang membuatmu selalu merasa tidak pantas, sehingga kamu tak pernah berhenti memperbaiki dan yang membuatmu tidak pernah puas, sehingga kamu terus bebenah diri.



210214~Karena setelah doa, menulis adalah cara terbaik menyampaikan kerinduan.