Postingan kali ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pembaca, dan teman-teman beberapa bulan terakhir. Waktu saya gencar menulis pernyataan bahwa saya memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan kecuali sebuah pernikahan (nanti). Kalau cinta tiba-tiba datang bukan keinginan saya, dan tidak akan saya tepis dari hati, tapi suatu hubungan seperti pacaran tetap tidak akan saya lakoni. Sebab yang bisa disebut pria hanya dia yang sudah siap menikahi :)
Karena seharusnya cinta yang sejati diletakkan di tempat yang suci. Menyatu karena Tuhan, dan dipererat oleh iman.
Bukan hal mudah membiarkan hati berkelana sendiri. Aku hanya bisa mengendalikan diri, tapi urusan hati hanya Tuhan Sang Maha Pengendali. Aku hanya bisa menahan hati untuk tidak memiliki apa yang belum menjadi hak yang direstui. Aku hanya mencoba bertahan dengan senyum yang tiada henti meski luka kerap mampir kemari.
Sebab kamu datang membawa kunci yang kubuang di tengah lautan. Mengapa bisa kau temukan? Apa mungkin Tuhan yang memberikan?
