Fasih Radiana

Kalau kamu termasuk penulis dengan genre komedi, apa akan jadi sempurna tanpa tawa pembaca? Jadi, jangan pernah terbesit, kalimat asmara membuatmu kehilangan harga. Karena cinta seperti satuan terkecil yang melengkapi jutaan angka. Cinta juga yang menjadikanmu mampu membuat mereka melengkungkan tawa. Cinta bukan kisah tentang mereka yang membuat hidupnya seakan selalu kecewa, membuat hatinya terlihat selalu meluka. Cinta hanya menawarkan berbagai macam rasa. Terserah, mau pilih yang mana. Meski bukan karena seseorang yang mengelokkannya, percayalah, someday LOVE will find you. Karena cinta selalu mengajariku menyimpulkan hidup dengan lebih sederhana.
Showing posts with label fasihrdn. Show all posts
Showing posts with label fasihrdn. Show all posts

Saturday, October 26, 2013

Jejak Rekam Bulan Oktober


Sebenernya nggak bisa nulis apa-apa lagi ... sudah terekam dalam pikiran dan hati, sudah melekat dan membuat segala abjad membeku di sangkarnya. Oktober; selalu jadi bulan yang kunanti-nanti. Bukan sebab ada satu tanggal istimewa dalam hidupku. Tapi karena aku memang selalu berharap Oktober jadi pengikat waktu yang haru. Dan 2013 menyuguhiku Oktober yang begitu sempurna....

Thursday, October 10, 2013

Bisakah Kau Kembalikan Hatiku?


Dan aku tak sanggup menyelesaikan ini sendirian. Perasaan yang menggantung di sengal napasku. Aku tak tahu caranya menyelesaikan perasaan yang tumbuh begitu cepat. Pun aku tak mampu memeliharanya dengan tanganku sendiri. Bukankah butuh sentuhanmu juga?

Ah, sudahlah!

Sunday, September 29, 2013

Aku (pasti) Merindukanmu

Aku bisa merasakan gemetar di dadaku. Gemeretak gigiku saat gigil menyergap sekujur tubuhku. Aku rindu; aku rindu sahabatku. Aku pasti merindukanmu.

Kecuali kalian, siapa lagi yang selalu tertawa di balik senyumanku, siapa lagi? Siapa yang juga menangis tersedu-sedu melihat air berkunang di ujung mataku. Kita menghabiskan waktu dengan saling menggenggam lalu sekarang kita tak lagi berjalan beriringan. Aku tahu, ini bukan akhir dari ikatan tanpa akad yang kita semat diam-diam dalam hati. Kita hanya berjalan dengan derap langkah yang menyebar, tapi kita masih satu kan?

Aku pikir baru kemarin kita saling sapa, berkenalan, dan saling bersalaman. Tapi sepertinya waktu begitu cepat menggeser jemari-jemari yang terikat untuk menentukan sendiri jalannya. Kalian tahu? Kalian pasti tahu, tanpa kalian aku ini siapa? Mana mungkin bisa bertahan di tempat yang asing di kelilingi hujatan dan makian. Sebab kita saling menguatkan, kita ini satu jiwa kan?


Lalu berakhir dengan doa yang tak kan ada habisnya. Seperti cinta milik kita yang tak kan ada ujungnya. Meski tak lagi bersua, aku yakin dalam doa pun kalian bahagia. Jangan pernah benar-benar pergi dari tawa kita yang terbahak, atau jangan pernah berhenti untuk saling mengisi. Meski ruang tak lagi membuat kita saling bertatap muka, tapi bukankah tak pernah ada batas gerak dalam persahabatan?