Andai kematianku datang setelah menuliskan ini, seperti apa kiranya kamu menikmati snack hidangan dari penghormatan atas kehadiranmu melayatiku? Berkabung atau malah menabung tawa yang ranum. Habiskan ceritamu tentangku, bila kamu belum tahu seperti apa hidup dari kehidupanku, tersenyumlah saja karena aku akan terus hidup dari kehidupanmu.
Andai kematianku datang sebelum kau, boleh kau bantu aku mendoa dalam abjad yang haru? Aku tak punya banyak cakap untuk tiket menuju surga. Aku masih begitu rawan untuk menjadi ahli neraka. Pun sebenarnya aku belum siap menghadapi ajal. Tapi siapa yang tahu kapan maut datang menjelang?
