Ini surat terakhir dariku. Lalu biarkan waktu menjadikan hujan abu itu terbawa angin, terguyur hujan, dan tak lagi datang meresahkan aku.
Barangkali, aku memang masih mencintaimu. Tak bisa dimungkiri, tanpa satu patah kata seisi dunia juga tahu itu. Tapi hari ini, aku berdoa untuk segala yang mengendap dan kusimpan rapat-rapat itu bepergian entah, terserah, ke mana saja boleh, asal tak lagi mendiami hatiku. Sudah cukup waktu untuk menikmati rasanya mencintaimu. Kucukupkan biar kucintai yang lain, mungkin, aku perlu mencintai diriku lebih dulu.

